Melihat Masalah
Hari ini, saya seperti bertemu dengan diri saya beberapa tahun yang lalu, saat masih menjadi staf Dept. Kastrat BEM FEUI 2009. Selama bekerja, saya tidak pernah menyadarinya, hingga saat LPJ, Kepala Departemen saya menulis di lembar penilaian, saya masih ingat, poin pentingnya adalah: saya punya inisiatif yang tinggi dalam membantu teman-teman menjalankan tugas, tapi kelemahan saya, saya terlalu banyak melihat masalah dari sisi ‘why’ dan ‘what’, padahal seharusnya saya berpikir ‘how’, tepatnya ‘how to solve the problem’.
Saya tipe orang yang terpukul jika mendapat kritik (kekanak-kanakan mode: on), tapi saya coba untuk memperbaiki diri. Selanjutnya, saya mendapatkan amanah yang lebih tinggi. Dengan berbagai dinamika permasalahan, tahun kedua di BEM FEUI dengan departemen yang sama, yang saya pelajari adalah bagaimana bisa menjadikan partner kerja sebagai keluarga, sahabat, lebih banyak mendengar, tidak berkespektasi tinggi, dan selalu berikan yang terbaik.
Di tahun terakhir, dimana saya mendapatkan amanah sebagai superordinat dua departemen secara langsung, dan BEM secara keseluruhan secara tidak langsung. Semakin tinggi amanah, membuat saya berevolusi, dari seorang Risma yang terlalu banyak bertanya dan menuntut, menjadi seorang Risma yang berusaha untuk diam, berpikir mencari solusi, kemudian berbicara di saat yang tepat. Saat menjadi seorang kepala bidang, di otak saya adalah, saya menjadi the land of the last resort (bagai BI saja ;p), jadi saya harus meminimalisasi menuntut orang lain dan memaksimalisasi berpikir solutif, karena pada akhirnya semua subordinat akan menjadikan saya tempat bertanya untuk masalah-masalah berat dan saya akan menjadi orang untuk mengambil keputusan.
Kini, menjadi terbiasa. Jika ada masalah, otomatis saya akan mencari solusi, bukan memperlebar masalah tersebut. Otomatis saya tidak ingin menuntut orang lain, tapi menuntut diri saya sendiri untuk berpikir dan memberikan yang terbaik.
Amanah itu mendewasakan dan menjaga kita..
Maka, salah satu cara untuk maju adalah, menyibukkan diri dengan amanah. Kerjakan apa yang bisa dikerjakan.
Semangat menjadi lebih baik kawan!
:)