Random
Kali ini ingin bercerita random. Ga random-random amat sih sebenernya. Ada dua hal hari ini yang menarik. Terima kasih Allah, selalu saja ada message di tiap harinya.
Pagi ini diawali dengan tayangan Mata Najwa episode whistle blower. Para ‘peniup pluit’ yang tentu saja membongkar tindak-tindak korupsi, salah satunya yang terjadi di kementrian„,hmmm…
Semoga tidak apa saya share disini, tentang kultur di kementrian. Mungkin tidak semua kementrian, tapi mungkin juga di semua kementrian ;p.
Ada sebuah istilah bernama konsinyering, jadi jika pegawai pemerintahan ingin mengadakan rapat di luar jam kerja, biasanya akan melaksanakannya di hotel. Bukan hotel bintang lima tentu. Selain ruang rapat, peserta rapat juga disediakan kamar tidur untuk bermalam di hotel tersebut. Sayangnya, kadang, atau mungkin sering, hal-hal yang dibahas tidak terlalu urgent, atau sebenarnya bisa dibahas saat jam kantor, tapi mungkin karena rata-rata para bapak dan ibu yang terhormat terlalu banyak agenda rapat saat jam kantor, jadi baru bisa bertemu anak buahnya di saat konsinyering tersebut. Bukan hanya kamar hotel serta dinner dan breakfast ala hotel yang diperoleh, uang harian dan uang transport juga ada. Tidak, jumlahnya tidak besar. Jadi ternyata, ada Peraturan Mentri Keuangan terkait besarnya nominal yang harus dibebankan untuk pengeluaran PNS, salah satunya biaya rapat. Rate dari hotel, uang harian, uang transport, tiket pesawat untuk dinas luar, semua ada ratenya dan rigid. Namun kadang, ya rapat jalan, dinas luar jalan, uang keluar, tapi entah bagaimana kualitas dari rapat dan dinas luar tersebut.
Pemalsuan dokumen juga rawan. Saya rasa tidak hanya di pemerintahan, di BUMN ataupun perusahaan swasta, bahkan mungkin di organisasi mahasiswa dan kepanitiaan mahasiswa, ini juga terjadi. Prosedur memang sudah ketat, tiap transaksi harus menyertakan dokumen-dokumen pendukung. Namun saya rasa, harus ada solusi, bagaimana memastikan dokumen itu asli. Kadang, auditor pun tidak memeriksa keasliannya, yang penting dokumen pendukung lengkap.
Ada tadi yang lucu. Jadi para ibu yang terhormat sedang berbincang, salah satu mengajak yang lain untuk jalan-jalan, tapi biar jalan-jalannya ga rugi, sekalian dinas. Jadi, bukan dinas yang sekalian jalan-jalan, tapi jalan-jalan yang sekalian dinas, dibiayai negara, gratistis. Agenda dinasnya ya diada-adain.
Pernah juga kejadian, ada salah satu staf menikah di luar kota. Nah, biar bisa pergi ke luar kota untuk menghadiri pernikahannya, dibuatlah tugas dinas luar. Transport gratis, hotel gratis, padahal tidak ada agenda kenegaraan satu pun, tapi uang negara digunakan.
Sedih yah. Lalu bagaimana? Sebatas sedih? Atau menghindar saja, tak usah jadi PNS?
Hmm… saya rasa, idealisme aktivis mahasiswa itu benar-benar teruji saat sudah berada di dunia pasca kampus.. will you do what you said when you were claim yourself as an activist? ;p
ibarat kata, kalo dulu berani teriak #saveUI, kalo lulus harus bisa konkrit buat #saveIndonesia :)
Harus punya waktu untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri
Amanat sebagai civitas akademika UI adalah: mengabdi Tuhan, mengabdi bangsa, dan negara Indonesia
Next, hari ini, ada dua orang kawan sharing tentang kerjaannya. Beneran deh, dua-duanya share pingin resign dan pingin nangis. Load pekerjaan yang banyak, tidak adanya apresiasi, tidak punya waktu untuk have fun, adalah pemicu utama. Saran, live your life, don’t get too busy with your job. Remember that you have family, friends, and Indonesia. Selalu punya waktu untuk have fun and have social life, and the most important, give time for your God.. :)
Sharing-sharing kedua adalah, dari seorang adik yang tujuh tahun lebih muda, temanya adalah: teman yang nyontek dan bagi rapot! Hihihihi… beda jauh banget yah sama curhatan teman saya tentang kerjaan. Gatau, tapi saya ngerasa lucu aja. Nyontek dan bagi rapot itu sooo last year banget buat saya. Tapi yah ternyata, budaya nyontek itu masih ada aja yah, karena udah jadi anak FE, jadi ya buat saya orang-orang yang nyontek itu payah banget dan nyontek itu sesuatu hal yang “duh, masih jaman? hari geeeneee??”
Semua orang punya masalah beda-beda sesuai masanya. Allah tidak pernah menjajikan hidup ini tanpa kesulitan, tapi Allah menjajikan bahwa setelah kesulitan akan ada kemudahan, kalo lagi sulit, kuncinya ya sabar dan shalat, tapi ya ga cuma “melakukan” sabar dan shalat, tapi harus bisa cari solusi yang tepat.
Thank you for today dear God
Buat saya, entah kenapa, setiap harinya di kehidupan pasca kampus itu selalu punya cerita. Mungkin, karena dulu pas jaman sekolah sampe kuliah, ya jalan sesuai jadwal, tiap semester kita udah tau harus apa dan mau ngapain. Tapi setelah lulus, hari esok itu benar-benar tergantung keputusan kita.
Semangat selalu!!
:)